Web 2.0: Ideal untuk Brand Awareness
Banyak yang bertanya-tanya, apa sih Web 2.0? (biasa dilafalkan sebagai Web Two Dot O). Web 2.0 bukanlah satu set teknologi walaupun banyak teknologi terlibat di dalamnya tetapi satu set filosofi yang terdiri dari: kontribusi pengguna (user generated or contributed content), keterbukaan (openness) dan antarmuka yang baik (rich interfaces).
Banyak situs sudah mencirikan user generated content dimana semua content dari situs tersebut dibuat oleh user itu sendiri, contohnya flickr.com, del.icio.us, technorati, dan youtube.com. Situs-situs ini berkembang karena user mensubmit content ke situs-situs tersebut. Adanya saling sharing antarsesama pengguna membuat traffik situs menjadi lebih besar dan dapat menjaring konsumen lebih banyak lagi. Ciri ini disebut sebagai social networking. Contoh situs dengan konsep social networking yang sukses adalah friendster.com dan myspace.com.
Dengan banyaknya user mengirim artikel sendiri, video atau gambar sendiri, situs menjadi lebih terbuka untuk siapa saja (konsep openness), dari kalangan mana saja dan dari umur apa saja (yang penting bisa pake internet) sehingga target user dapat dikelompok-kelompokkan dan banyak variasi pengguna internet dengan behaviour tertentu bisa dikumpulkan.
Nah, jika brand tertentu membuat situs dengan konsep Web 2.0, dijamin beberapa waktu ke depan jika strategi pemasaran situs bagus, maka user dapat berkontribusi dan “diikat” (engage) untuk loyal terhadap brand tersebut. Penyampaian campaign pun bisa lebih mudah karena user dapat dikategorikan menjadi segmen-segmen tertentu sehingga memudahkan dan mengefisiensi pencapaian campaign goal dengan mengirim email blast atau sms blast ke user tertentu sesuai dengan target campaign.