I’ve upgraded my notebook today from local mirror repository. I don’t know which is an Alpha 4 or Alpha 5 release. Alpha 5 is released today, look at this release announcement and get the iso image here. From this review, I’ll update some features from this review and from the Alpha 5 announcement.

Firefox 3 beta [...]

more »

Tentang IPDN

Posted on: April 10, 2007
Tags:

Saya juga merasa geram juga melihat cara pengkaderan atau pendidikan(?) seperti ini. Masih ingat masa-masa posma dulu. Setelah dipikir-pikir tidak ada gunanya hanya menyisakan dendam berkepanjangan…

Pengkaderan ala militer ini seperti efek domino. Jika kita dikerasi seperti itu, secara naluriah saat kesempatan itu ada (kita sebagai senior) melakukan hal yang sama kepada yunior kita dan itu berlanjut terus…

Jika ini dibiarkan dan dengan alasan “menegakkan disiplin” maka mental para calon pejabat ini menjadi mental pendendam. Hukuman seharusnya dalam bentuk push up atau yang lain dan bukan kontak fisik. Jumlah push up juga disesuaikan dengan batas kemampuan orang. Tayangan di televisi yang menunjukkan kontak fisik saat latihan(?) menurut saya sudah tidak manusiawi. Kontak fisik tersebut pastilah dapat menimbulkan cedera serius dan bisa saja mengakibatkan kematian.

Budaya kekerasan masih mewarnai kehidupan kita. Inikah budaya timur yang selalu kita  banggakan? Budaya yang penuh sopan santun dan tata krama yang luhur? Budaya yang kadang kita cap lebih mulia daripada budaya barat.

Masyarakat kita sudah cenderung bersikap anarkis. Entah karena masalah ekonomi, masalah ketidakberdayaan terhadap penguasa dan sebagainya.
Sudah saatnya kekerasan dalam budaya kita dihapuskan…

Read also:
  • No related posts

Comments

  • Anonymous 4:02 pm on April 16, 2007 | #

    Bravo Mr. Ryas Rasyid , Ketua Tim Evaluasi IPDN tidak salah pilih Bapak Ryas diutus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono to solve IPDN problem. Kami sebagai rakyat Indonesia menaruh harapan yang sebesar-besarnya kepada Bp. Ryas Rasyid untuk membubarkan IPDN secara tuntas, sebab tidak boleh ada pendidikan seperti IPDN di bumi pertiwi INDONESIA yang kita banggakan. Sangat memalukan bila ada PEJABAT yg bangga terhadap pendidkan di IPDN tersebut. Mau jadi apa lulusan IPDN yang senang menyiksa orang lain setelah lulus dia diangkat jadi Ajudan Gubernur dll semakin sakit jiwa karena kesombongannya merasa diijinkan Negara untuk mencabut nyawa orang lain. Oleh karena itu kami memohon dengan sangat BUBARKAN IPDN jangan beri kesempatan setitikpun karena sudah banyak darah segar yang dihisap para pembunuh 37 praja tidak berdosa, tolong usut tuntas mereka yang melakukan pembunuhan walaupun sudah 10 tahun yg lalu atau lebih yg tentunya mereka sudah menjabat dengan gaya pemimpin yg otoriter. Dapatkah rakyat Indonesia mengharapkan sesuatu yg dapat dibanggakan dari mereka yg diciptakan oleh Lembaga pendidikan yg mengerikan seperti itu. Kami ingin mengetahui apakah kaun mahasiswi putri IPDN ada yang diperkosa dan hamil oleh para senior ipdn , mengapa kasus tersebut ditutup rapat2 padahal perkosaan kehormatan putri Indonesia mutlak harus dijaga karena itu perjuangan RA KARTINI dan IBU MEGAWATI SUKARNO PUTRI . Tolonglah Bp. Ryas Rasyid agar para pemerkosa praja putri juga harus diungkap jangan ditutupi, karena mereka /korban malu melapor bahwa dia sudah diperkosa habis2an kasihan betul nasib kaum GENDER yang bercita-cita ingin jadi wanita carier tapi tidak berani berjuang mempertahankan kehormatan sebagai putri Indonesia sejati. Sekali lagi BUBARKAN IPDN jangan kuatir tentang nasib 4000 praja IPDN , nanti pasti ada cara yang lebih terhormat untuk memberikan kepada mereka LEMBAGA pendidikan yabg baru sesuai azas PANCASILA. Negara kita masih memiliki kaum intelektual yang berjiwa patriot seperti Bapak Ryas Rasyid beliau layak menjadi MENTERI DALAM NEGRI atau menjadi WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA karena memang HEBAT. Berani membela rakyat yang tertindas, teraniaya, pemimpin seperti Beliau inilah yang sangat diharapkan oleh rakyat Indonesia yang sedang menderita. Disisi lain anggaran APBN yg begitu besar digunakan Lembaga pendidikan ipdn dengan out put praja yang memiliki habitual hoby menyiksa , apa yang dapat diharapkan dari mereka bila mereka diberikan jabatan sebagai pns kelak untuk memimpin Departemen Dalam Negri dengan metode penyiksaan kepada masyarakat kecil, Percayalah bahwa tidak ada yg dapat diharapkan dari lulusan ipdn apalagi dapat dibanggakan sebagai pns yang siap melayani masyarakat. Sungguh sakit jiwa bila ada dosen ipdn yang tetap bangga dengan lembaga ipdn yg sekarang itu. Solusinya adalah bubarkan ipdn yang sekarang bentuk lembaga baru dimasing-masing provinsi dan bangunan sekolah ipdn di Jatinangor dijadikan mesium tempat peringatan bahwa dibumi pertiwi ini pernah ada sekolah pemerintah yang mengerikan sekali.. Kami berdoa semoga Bapak RYAS RASYID diberikan TUHAN ALLAH keberanian untuk membawa para praja IPDN yg sakit jiwa menjadi sembuh dan cinta damai seperti yang kita semua harapkan untuk membangun karakter building para kader pejabat PEMDA yang handal dan berkualitas dan takut kepada TUHAN ALLAH. Sebab kalau melihat cara mereka menendang jantung dan kemaluan dan ulu hati itu pertanda sipemukul itu diciptakan untuk jadi ALGOJO/PEMBUNUH bukan jadi PEJABAT PEMDA PNS yand siap melayani masyarakat rakyat kecil tidak berdaya. Srkali lagi BUBAAARKAN IPDN demi keselamatan generasi muda calon pejabat PEMDA di masa depan. Amin ya Robilalamin semoga Bapak RYAS RASYID diberikan petunjuk dari ALLAH untuk mengelola lembaga pendidikan yang terhormat ini.

  • bams 9:34 pm on May 5, 2008 | #

    Slagi masih terdapat kekerasan di IPDN, baik karena para prajanya atau kondisi yang tidak pernah tentram, bubarkan saja IPDN.L Buat para praja IPDN dan buat sahabat Ku di sana, cobalah untuk bertahan.Tuhan Memberkati, Hidup Borneo Kita

Leave a Comment