Doa untuk Ayah Bunda
Dari Erwin Arianto (erwinarianto [at] gmail [dot] com):
DO’A UNTUK AYAH BUNDA
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan
perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan
dengan kebaikan berlipat ganda.
- No related posts
Nasihat Nabi SAW kepada putrinya
Dari sebuah milis, terima kasih buat Erwin Arianto yang sudah memposting nasihat ini:
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan “perkara yang
pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah
mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR.Ibnu Hibban
dari Abu Hurairah)
Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh
wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila
kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan
anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji
gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.
- No related posts
Mommy, Tell Me About The True Ikhwan
Dari sebuah milis:
Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, “Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan.”
Sang Ibu tersenyumdan menjawab,
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang sekitar.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah sahabat disekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya kepada generasi muda bangsa.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat kerja, tetapi dari bagaimana dia dihormati di rumah.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaksananya memahami persoalan.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibaliknya.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi dari tetapi dari komitmen terhadap akhwat yang dicintainya. “
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menjalani liku-liku kehidupan.”
“Ikhwan sejati bukan dilihat dari kerasnya dia membaca Al- Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca setelah itu.”
“Siapa yang memenuhi kriteria itu, Ibu ?”
Sang ibu memberi buku dan berkata, “Pelajari tentang dia,” ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD” judul yang tertulis dibuku itu.
- No related posts
Obat Hati yang Tak Tentram
Jadikan Allah The One And The Only One
Dia satu-satunya tempat sandaran hati
Yakinkan bahwa segala ketentuan dan ketetapannya sangat adil. Segala
yang kita terima, yang kita alami adalah karena Dia sangat mencintai
kita dan menetapkan kejadian atau apa yang diberi/menimpa kita adalah
ketentuan dan ketetapannya yang sangat adil. Jika ini ditanamkan,
Insya Allah apapun yang menimpa kita akan terasa biasa.
Karena Dia The One And The Only One, jangan sekali-kali mengeluh
kepada selain Dia, jangan meminta kepada selain Dia, jangan
sekali-kali merasa bergantung kepada selain Dia, jangan sekali-kali
mengisi ruang hati dengan yang selain Dia, dan jangan sekali-kali jauh
dari-Nya.
Sesungguhnya jauh dari-Nya adalah kemalangan terbesar. Membuat hati
menjadi tidak tentram, tindakan menjadi tidak tentu arah, dan langkah
tidak mantap. Banyak dari kita jika menghadapi masalah mengetuk semua
pintu tapi lupa mengetuk pintu-Nya yang selalu terbuka 24 jam. Dia
selalu menjawab semua persoalan kita, menjawab segala doa-doa kita
namun kadang kita merasa geram, doa kita tidak dijawab-Nya, padahal
doa-doa tersebut dijawab namun kita tidak sadari.
- No related posts
Hari Idul Adha: Menyembelih Sifat Kebinatangan Kita dan Rasa Cinta Dunia
Hari ini banyak yang berqurban, sampai dua hari ke depan. Hakikat berqurban sangat dalam dan sarat makna.
Kita dituntut menyembelih sifat kebinatangan kita sehingga mati tiada tersisa. Sifat-sifat binatang ini terutama adalah menuruti hawa nafsu. Saya pribadi menasehati diri sendiri agar tetap seiring dengan qurban kali ini, sifat-sifat binatang dari diri saya terhapus dan hilang untuk selama-lamanya.
Berqurban juga menuntut pengorbanan, harta yang kita cintai kita keluarkan sebagian hanya untuk membeli seekor kambing atau patungan dengan orang lain membeli seekor sapi. Bagi sebagian orang (orang kaya), uang sekitar 700 an ribu sangat rendah nilainya, sekali belanja mungkin hanya satu potong pakaian, satu kali makan di restoran atau sekali tenggak minuman alkohol di lounge atau diskotik. Tapi dengan uang tersebut buat orang yang “mencintai” hartanya akan berqurban dan menjadi investasi yang sangat, sangat, sangat panjang (saya tidak bisa memprediksikan jangka waktu investasi ini, karena hanya Allah saja yang tahu).
Beberapa cerita di email yang saya baca, seorang nenek tua yang tidak pernah menikah, menabung sedikit demi sedikit. Tahukah apa yang dilakukan setelah uangnya cukup? Dia membeli seekor kambing untuk berqurban. Alasannya sederhana:
“Saya mau berbagi dengan orang lain. Saya selama ini mendapatkan daging qurban tapi belum pernah berqurban“. Subhanallah. Orang ini miskin, tapi pernyataan sikapnya membuat kita malu…
Dia ingin sekali naik haji, tapi apa daya dia tidak mampu. Tapi ketahuilah Allah itu Maha Adil dan Allah Maha Mencintai hambanya. Qurbannya akan diganti dengan pahala haji Insya Allah. Dia sudah menjadi haji mabrur sebelum melakukan haji! Dan itu sangat mudah bagi Allah…
- No related posts