Ok, kamu udah punya blog dan sepertinya ada yang kurang. Mungkin buat kamu yang hanya menulis biasa saja ngga ada masalah. Masalah terjadi jika kamu menggunakan Wordpress sebagai content management system (CMS). Membuat tabel seperti mimpi buruk. Untunglah jika sudah dibuat di OpenOffice.org Writer atau Microsoft Word, tabel tersebut dapat disalin lalu dipaste di editor [...]

more »

Pengalaman Mengkompile dari Awal GNOME 2.x

Posted on: January 7, 2005
Tags:

Kemarin-kemarin aku make Bluefish. Umumnya cukup bagus, cuma mungkin nggak terlalu terintegrasi bagus dengan GNOME karena aplikasi ini cuma aplikasi GTK biasa.

Hmm, coba-coba screem, aplikasi script editor ini lumayan bagus juga. Buktinya dia mampu menyediakan resource yang sangat aku buthkan seperti tag-tag untuk konfigurasi Apache, PHP dan CSS (ini yang penting soalnya saya nggak bisa banyak menghafal) dan sebagainya lihat screenshot. Cuma mungkin masih ada beberapa bug disana-sini, wajarlah program gratis dan lumayan bagus. Screem ini pula terintegrasi penuh dengan GNOME desktop, jadi desktop aku semakin “smooth” dan consistent.

Screem

Aplikasi yang sering segmentation fault

Baru Totem candidatnya. Sementara aku development distro aku yang baru (Felix), Totem ini yang paling bandel, karena mungkin nggak kompatibel dengan GTK yang baru (versi 2.6.0), mungkin nanti kalo GNOME 2.10 keluar kali ye .. :) baru bagus

Aplikasi yang bikin bingung

File-roller (aplikasi dengan fungsi sama seperti WinZIP), mati tiba-tiba kalo mengekstrak file zip, entah kenapa. Udah diupgrade ke versi baru, eh sama aja. Masalahnya pasti terletak dari ke-tidak-kompatibel-an ama GTK yang baru, atau karena aku make Glibc terbaru? (dari CVS bawaannya LFS 6.0) trus nggak make Linuxthreads tetapi make NTPL (Native Thread Posix Library) yang kabarnya 200 kali lebih cepet dari Linuxthread. Pantes biarpun komputer aku komputer usang, tapi larinya wuus,wuus :D
Kernel baru, kejutan baru

Abis kompile kernel, aku masukin semua driver ke dalamnya selengkap-lengkapnya! Semua device pasti deh terdeteksi semua hehehe… Cuma aku terkejut, dulunya pake Deadline untuk I/O schedulernya (distro-distro lain biasanya make Anticipatory I/O scheduler yang katanya lumayan kompleks dan rumit). Karena aku pengen untuk desktop aja nggak pengen yang lain, aku milih CFQ I/O scheduler yang cocok untuk desktop. aku juga milih Pre-empatible kernel yang katanya cocok untuk desktop. Jadi deh, aku terkejut. Begitu cepatnya aplikasi yang kebuka padahal komputer aku cuma Pentium Celeron 800 MHz!

Read also:
  • No related posts

Leave a Comment