Lagi-lagi Masalah Rokok!
Aku pusing lagi. Banyak memang masalah :(. Tapi nggak apa, itung-itung buat melatih kematangan jiwa kita.
Kamu tau nggak siapa orang ‘gentlemen’ itu? Pendapat orang mungkin berbeda-beda. Ada yang bilang pria gentlemen itu adalah orang yang berdasi trus gayanya meyakinkan serta memanjakan wanita. Ada juga orang berpendapat lelaki yang sangat baik dan memperhatikan orang lain. Trus ada juga yang berpendapat gentlemen itu lelaki yang gayanya meyangkin dan … merokok.
Sayang memang, buat saya yang gentlemen itu adalah lelaki yang mematikan rokoknya saat ia naik kenderaan umum apalagi di situ banyak cewek dan ada wanita hamil. Lelaki yang mematikan rokoknya pada saat memasuki ruangan ber-AC atau ruangan tertutup.
Bila saya menjumpai orang seperti ini. Saya mengacungkan jempolnya, walaupun diam-diam, sambil berkata (dalam hati) ‘You are a gentlemen!’.
Mungkin sempit sekali penilaian saya, cuma begitu kenyataannya. Banyak perokok dengan ‘tanpa berdosa’ meracuni orang-orang sekitarnya. Orang yang diracuni menyimpan racun itu selama bertahun-tahun dan pada saat tertentu berubah menjadi penyakit yang mematikan. Orang yang diracuni juga menyimpan zat radioaktif yang telah dihirupnya bertahun-tahun.
Banyak iklan rokok menonjolkan kejantanan pria yang merokok tapi sayangnya itu kadang tidak berlaku karena pria perokok kadang ‘lembek’ saat di atas peraduan.
Saya juga kasihan terhadap wanita-wanita yang memiliki suami perokok. Sepanjang hidupnya diabadikan untuk menjadi perokok pasif, yang katanya perokok pasif lebih beresiko daripada perokok aktif (suaminya) terlebih lagi anak-anaknya. Sayang seribu sayang, seorang lelaki yang katanya jantan (karena merokok) tetapi telah merusak hidup orang-orang yang dicintainya!
Anak-anaknya akan menyimpan bibit penyakit akibat setiap hari berinteraksi dengan asap rokok yang dihirup bapak atau ibunya.
So, let’s do it, if you are smoker, please be kind to stop right now for your own good.
Say no for cigarettes, say no for drugs!